Product

Dealer

Credit

Konsultasi

Service

NEWS & EVENT

blue-card-img

27 August 2025 sticky

Targetkan Kemenangan di ARRC Mandalika, Tim Yamaha Racing Indonesia Siap Cetak Prestasi Home Race

Asia Road Racing Championship (ARRC) 2025 berlanjut lagi ke seri 4 yang akan berlangsung 29 – 31 Agustus di Mandalika International circuit, Lombok Nusa Tenggara Barat. Tim Yamaha Racing Indonesia sudah siap penuh menjalani home race di trek yang sangat familiar. Menargetkan kemenangan di dua kelas AP250 dan SS600, empat rider Yamaha Racing Indonesia bakal berjuang semaksimal mungkin untuk mencapainya. Saat ini para pembalap Yamaha Racing Indonesia tengah berada dalam kondisi optimal untuk mencetak prestasi lagi di kejuaraan bergengsi Asia tersebut. Pada putaran 3 di Motegi Jepang, Wahyu Nugroho naik podium 2 kelas SS600 dan Candra Hermawan podium 3 AP250. M Faerozi juga berhasil masuk 10 besar. Sedangkan Fadil Al Gassani yang absen di Motegi karena cedera, akan tampil kembali di round 4 Mandalika. Baca Juga: Wahyu Nugroho dan Candra Hermawan Raih Podium di ARRC Motegi, Tim Yamaha Racing Indonesia Tampil Memukau Sebagai bagian dari persiapan menuju ARRC akhir pekan ini, rider Yamaha Racing Indonesia juga ambil bagian dalam seri 3 Kejurnas Mandalika Racing Series pertengahan Agustus lalu. Hasilnya signifikan bagi Wahyu Nugroho yang memenangi race dan berada di peringkat pertama klasemen sementara kelas National Sport 600cc Kejurnas Mandalika Racing Series. Sedangkan M Faerozi mendapatkan podium 2 superpole. Ini menambah kepercayaan diri keduanya untuk menghadapi seri ARRC di negeri sendiri.     Baca Juga: Positif di Awal Musim, Tim Yamaha Racing Indonesia Bertekad Konsisten Podium di ARRC Dari kategori AP250, Candra Hermawan juga ingin meneruskan pencapaian positif podium di Motegi. Dia pun tampil di Kejurnas Mandalika Racing Series bulan ini untuk mempersiapkan diri, dengan hasil masuk 5 besar race. Fadil Al Gassani yang sudah pulih dari cedera, berharap bangkit lagi di ARRC Mandalika sekaligus membuktikan kemampuannya berprestasi di rumah sendiri. Formasi tim Yamaha Racing Indonesia untuk ARRC Mandalika ini juga diisi oleh rider wild card yaitu Muhammad Fadhil Musyavi. Rider muda binaan dari R15 Junior Pro Yamaha Sunday Race itu yang menggantikan Fadil Al Gassani di ARRC Motegi. Di Motegi dia tampil impresif start dari grid 11, lalu finish ke-13 race 2 memperbaiki hasil race 1 ada di posisi 23. Kesempatan diberikan lagi di Mandalika agar menambah jam terbang di kompetisi internasional. ”Tampil di ARRC Mandalika yang merupakan home race memberikan kesan berbeda karena ini adalah momen istimewa balapan disaksikan langsung para penggemar Indonesia. Spirit itu juga yang mendorong tim dan pembalap Yamaha Racing Indonesia untuk memberikan performa optimal di seri 4 ini. Berbekal persiapan matang, kami optimis dapat meraih kemenangan di dua kelas yang diikuti sekaligus memperbaiki posisi di klasemen untuk turut memperebutkan gelar juara. Yamaha Geber Maximal, Yamaha Semakin Di Depan Full Gaspol !” ungkap Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Baca Juga: Tambah Poin, Tim Yamaha Racing Indonesia Harapkan Improvement di Seri ARRC Selanjutnya Kuartet rider Yamaha Racing Indonesia bertekad memperoleh kemenangan race di Mandalika di kelas SS600 dan AP250. Wahyu Nugroho   Saya sangat senang kembali balapan di Mandalika di kejuaraan bergengsi ARRC, apalagi musim ini ada perubahan signifikan hasil yang saya dapatkan di kelas SS600. Saya ingin melanjutkan perolehan podium seperti di Buriram dan Motegi. Tentunya akan terasa spesial di rumah sendiri mencetak prestasi lagi di ARRC tahun ini. Saya berada dalam kondisi terbaik untuk mencapai kesuksesan itu. M Faerozi Setelah tiga seri berlalu, balapan di Mandalika menjadi kesempatan lagi buat saya mendapatkan result yang lebih baik. Tahun lalu saya punya pengalaman meraih kemenangan race dan podium 3 di kelas AP250. Itu juga menjadi motivasi saya agar weekend ini mampu terpacu positif buat bersaing makin kompetitif di kelas SS600. Candra Hermawan Musim lalu sebagai wild card di kelas AP250 saya ikut race di Mandalika dengan hasil posisi 5 dan 6. Rasanya cukup puas dan saya bertekad memperbaikinya di seri 4 musim ini dengan target podium. Percaya diri dan terus berusaha membuat saya optimis putaran di Mandalika kali ini dapat memberikan hasil menggembirakan sesuai harapan. Fadil Al Gassani Absen di Motegi, saya kembali balapan dan di seri ini menghadapi persaingan di Mandalika. Sirkuit ini saya kenal dengan baik sehingga terbuka peluang melakukan perbaikan dari seri-seri sebelumnya yang saya ikuti. Saya berharap akan bangkit lagi untuk hasil lebih baik dan berjuang semaksimal mungkin nanti. Jadwal Seri 4 ARRC Mandalika 2025 Jumat 29 Agustus AP250 Practice 1 : 06.40 – 07.10 WIB Practice 2 : 10.00 – 10.30 WIB Practice 3 : 14.45 – 15.15 WIB SS600 Practice 1 : 07.20 – 07.50 WIB Practice 2 : 10.40 – 11.10 WIB Practice 3 : 15.25 – 15.55 WIB Sabtu 30 Agustus AP250 Kualifikasi : 08.20 – 08.50 WIB Race 1 : 13.00 WIB SS600 Kualifikasi : 09.00 – 09.30 WIB Race 1 : 13.50 WIB Minggu 31 Agustus AP250 Race 2 : 13.00 WIB SS600 Race 2 : 13.50 WIB  

grey-card-img

21 August 2025

Kuasai Klasemen Rider, Yamaha Lanjutkan Dominasi di Paruh Musim Mandalika Racing Series

Tim Yamaha mendominasi klasemen sementara Kejuaraan Nasional Mandalika Racing Series (MRS) setelah seri ke-3 berlangsung di Mandalika International Circuit, 15-17 Agustus 2025. Rider Yamaha memimpin standing point di lima kelas yaitu National Sport 150cc, National Sport 250cc, National Sport 600cc, National Junior Sport 150cc U-15, Underbone 150cc U25. Hasil tersebut menunjukkan superioritas Yamaha di ajang bergengsi Kejurnas MRS yang menghadirkan persaingan ketat pembalap-pembalap unggulan Indonesia yang tidak hanya berkompetisi di domestik tapi juga Asia bahkan dunia. Merampungkan putaran ke-3 Kejurnas MRS akhir pekan lalu, mengantarkan deretan rider Yamaha menguasai pucuk klasemen sementara. Baca Juga: Sapu Bersih Kemenangan, Yamaha Dominasi Seri 2 Mandalika Racing Series Husni Zainul Fuadzy (Yamaha Yamalube Ziear LFN HP969 MCR RBT34 TheStrokes55) menduduki peringkat pertama kelas National Sport 150cc. Moh. Murobbil Vitoni yang juga dikenal dengan Robby Sakera (Yamaha LFN HP969 Global Ondolomon) menempati posisi pertama kelas National Sport 250cc. Sedangkan di kelas National Sport 600cc, Wahyu Nugroho (Yamaha LFN HP969 Global Ondolomon) berada di tempat pertama, Fahmi Basam (Yamaha Yamalube LFN HP969 RCB UMA NHK SSS NGK RBT34 Navaro RT) nomor satu kategori Underbone 150cc U25, Danadyaksa Wida Pangestu (Yamaha Yamalube SCM Group Aditama NHK RBT34 STSJ GDT Berau) peringkat satu National Junior Sport 150cc U-15. Kesuksesan tim dan pembalap Yamaha di Kejurnas MRS menunjukkan konsistensi dan besarnya talenta buat berkiprah di ranah nasional sekaligus mendominasi melalui prestasi. ”Pencapaian di seri 3 Kejurnas Mandalika Racing Series sekaligus hasil di klasemen merupakan keberhasilan dari kerja keras tim dan pembalap yang terbukti nyata di lintasan kompetisi. Kami berkomitmen untuk memaksimalkan berbagai aspek yang dibutuhkan karena landasannya yang kuat dari hasil riset dan pengembangan intens, menggunakan best set up, improvement berkelanjutan memakai data-data teknis internal. Ditambah dengan komunikasi yang baik dan tim yang solid, kami bisa menghadapi kondisi yang dinamis sehingga menjadi kunci mampu menjadi yang terdepan di pentas nasional,” papar Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).         Baca Juga: Perdana Digelar di Titik Nol Tanjung Bira, Ribuan Masyarakat Sulsel Nikmati Event Akbar Yamaha Cup Race Dari hasil round 3, rider Yamaha Racing Indonesia yang ikut tampil berhasil meraih kemenangan race. Arai Agaska yang di Kejurnas MRS balapan buat tim Yamaha NitiRacing DRS KYB MFZ Dynavolt Privater HDS Racing, sukses memenangi race 2 kelas National Sport 150cc dan race 2 National Sport 250cc. Dan Wahyu Nugroho naik podium satu race 1 National Sport 600cc. Husni Zainul Fuadzy atau Alfi Husni memenangi race 1 National Sport 150cc. Robby Sakera juga mengeluarkan performa cemerlang dengan memenangi race 1 dan superpole National Sport 250cc. Danadyaksa Wida Pangestu memenangi race 1 National Junior Sport 150cc U-15. Di kelas National Sport 250cc, Robby Sakera tampil gemilang memperkuat posisinya di pucuk pimpinan klasemen. ”Hasil seri 3 Kejurnas Mandalika Racing Series sangat menggembirakan, saya bisa memenangi race dan sekarang ada di posisi pertama klasemen kelas Sport 250cc. Persaingan kompetitif namun memotivasi saya untuk mengerahkan kemampuan semaksimal mungkin. Ini juga bagian dari persiapan positif menuju Asia Road Racing Championship di Mandalika akhir Agustus. Saat ini saya berada dalam kondisi optimal dan berharap berlanjut pada kompetisi berikutnya,” ungkap Robby Sakera. Baca Juga: Rekor Baru Jumlah Pengunjung Terbanyak Shell BLU CRU Yamaha Enduro Challenge di Sambas ! Kategori National Sport 150cc juga milik Yamaha melalui Alfi Husni yang terus improve hingga seri 3. ”Saya selalu berupaya di tiap seri untuk mengumpulkan poin dan optimis menjuarai race. Ini membantu saya untuk ada di puncak klasemen dan akan berusaha mempertahankan. Selalu siap dengan mental dan fisik yang prima, juga support tim dan motor yang jadi bagian penting melancarkan upaya saya meraih kemenangan,” beber Alfi Husni.

grey-card-img

19 August 2025

Setia Bersama Mio Selama 16 Tahun, Konsumen Asal Bogor Berbuah Manis Raih Gear Ultima

Bogor – Kesetiaan terhadap motor Yamaha lagi-lagi kembali melahirkan cerita inspiratif nan membanggakan dimana seorang konsumen setia Yamaha asal Bogor berhasil menjadi pemenang utama kompetisi konten kreatif “Yamaha Bagi-Bagi GEAR ULTIMA” dan berhak mendapatkan 1 unit skutik terbaru Yamaha yang tangguh dan hebat, yaitu Yamaha GEAR ULTIMA. Kompetisi video Yamaha Bagi-Bagi GEAR ULTIMA ini dilakukan secara daring lewat media sosial Instagram dan terbuka untuk seluruh pengguna sepeda motor Yamaha, baik generasi terdahulu maupun generasi terbaru. Untuk menjadi pemenang dari kompetisi ini, para peserta ditantang untuk membagikan 5 alasan terbaik mengapa skutik terbaru Yamaha GEAR ULTIMA yang tangguh dan handal layak menjadi sahabat mobilitas baru di Instagramnya masing-masing. Pemaknaan dari alasan tersebut menjadi aspek utama penilaian dari kompetisi ini, tetapi kreativitas dan kualitas dari penyajian konten juga menjadi poin tambahan yang diperhatikan pada kompetisi ini. Dari ratusan peserta yang membagikan alasannya memilih GEAR ULTIMA, terdapat satu cerita yang mencuri perhatian, yaitu datang dari pria asal Bogor bernama Aditya. Pria berusia 35 tahun ini berhasil membuat 5 alasan memilih GEAR ULTIMA menjadi lebih bermakna karena ia telah membuktikan kesetiaannya dengan salah satu skutik legendaris Yamaha Mio Sporty dan dengan segudang keunggulan yang membuat skutik ini mendapat julukan “Motor Kuat, Hebat, dan No Debat” dinilai mampu menjadi sahabat mobilitas yang setia seperti Mio Sporty yang dimilikinya sebelumnya. Ditambah lagi, videonya dibuat dengan cinematic sehingga pesan atau alasan yang disampaikan menjadi lebih emosional serta dramatis. “Selama ini Mio selalu jadi teman setia saya, bahkan menjadi saksi bisu di setiap perjalanan, baik panas maupun hujan dan tidak disangka lewat kompetisi konten tersebut saya bisa dapat hadiah 1 unit GEAR ULTIMA yang sangat nyaman untuk dipakai sehari-hari, responsif di jalan, dan desainnya juga tidak kalah keren dan modern sehingga pas banget buat saya untuk berkendara ke kantor, mengantar anak dan keluarga, hingga kegiatan harian lainnya,” ungkap Aditya. Sebagai motor matic generasi terbaru, Yamaha GEAR ULTIMA menjadi skutik yang sangat cocok sebagai motor harian yang selalu bisa diandalkan demi menunjang segala kebutuhan mobilitas yang kini semakin beragam karena skutik ini memiliki berbagai keunggulan dan alasan lainnya yang dimiliki oleh pemenang ”Yamaha Bagi Bagi GEAR ULTIMA” antara lain: Irit & Bertenaga Berkat mesin terbaru Blue Core Hybrid 125cc disertai dengan tangki bensin yang besar membuat skutik ini bisa menjadi andalan karena konsumsi bahan bakarnya telah dibuktikan langsung dapat mencapai 74,5 KM/Liter* pada acara Media Experience Semarang sedangkan tenaganya juga sangat mumpuni, bahkan mampu melibas tanjakan curam yang terkenal di daerah Krakalan dengan tanpa drama*. Fitur Praktis Andalan Walaupun diajak untuk perjalanan jauh seperti Jakarta ke Bali, skutik ini tetap nyaman punya segudang fitur praktis, yaitu bagasi berkapasitas 18,6 Liter yang mampu menampung banyak barang bawaan dan handle belakang multiguna-nya yang kokoh dan lebar juga dapat dipasangkan Top Box atau Ransel Besar untuk mengangkut barang tambahan, serta berkendara tetap nyaman karena dek kaki dan joknya yang luas. Desain Berkelas Desain tangguh, gagah, dan modern dengan nuansa sporty juga menjadi salah satu alasan Aditya memilih GEAR ULTIMA sebagai sahabat mobilitas baru yang membuat para pengendaranya merasa bangga selama berkendara. “Kompetisi Yamaha Bagi-Bagi Gear Ultima ini dibuat bukan hanya untuk menampilkan kreativitas dalam pembuatan konten, tetapi juga sebagai bukti apresiasi Yamaha kepada konsumen setia. Seperti pemenang kali ini, pengguna setia Mio selama lebih dari 16 tahun kini bisa merasakan pengalaman baru dengan skutik modern, praktis, dan handal yaitu Gear Ultima yang siap mendukung aktivitas sehari-hari,” ungkap Adita, Manager Digital Customer Experience, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. Untuk informasi lebih jauh terkait berbagai program dan aktivitas menarik dari Yamaha, seluruh masyarakat dapat mengunjungi dan mengikuti akun Instagram resmi @yamahaindonesia, serta mengunduh aplikasi My Yamaha Motor. Dengan begitu, konsumen bisa selalu mendapatkan update promo, event, dan kesempatan berpartisipasi dalam program Yamaha berikutnya.   *Hasil bervariasi bergantung pada bobot, gaya, berkendara, dan kondisi perjalanan

grey-card-img

16 August 2025

Konsistensi Pembinaan Yamaha Racing Indonesia, Arai Agaska Ikut Yamaha BLU CRU Master Camp di Spanyol

Komitmen Yamaha Indonesia melakukan pembinaan terhadap para pembalap konsisten dilakukan dalam jenjang bertahap di dalam dan luar negeri. Tidak hanya melalui kompetisi domestik maupun internasional, tetapi juga experience lainnya yang bertujuan untuk development pembalap. Salah satunya yang rutin diikuti adalah Master Camp bekerjasama dengan Yamaha Motor Europe. Tahun ini giliran rider Yamaha Racing Indonesia yaitu Arai Agaska yang akan ikut serta dalam Yamaha BLU CRU Master Camp di Valencia Spanyol, 27-31 Agustus. Berlokasi di Aspar Motorsport Complex, 10 pembalap berusia 15-18 tahun dari 8 negara akan ambil bagian dalam Yamaha BLU CRU Master Camp 2025 ini. Program ini menyediakan jalur yang jelas dan terstruktur dari tahap tingkat kompetisi nasional melalui kejuaraan Yamaha R3 regional hingga R3 BLU CRU World Cup. Dari situ, bisa menuju World Sportbike Championship (pengganti World Supersport 300 Championship di 2026), lalu ke World Supersport. Sampai puncaknya mencapai World Superbike atau bahkan MotoGP bersama Yamaha. Baca Juga: Tampil Kompetitif dan Berstrategi, Arai Agaska Sabet Juara Race di Hungaria Kiprah Arai Agaska telah membawanya ke R3 BLU CRU World Cup musim ini. Rider muda asal Nusa Tenggara Barat itu tampil cemerlang meraih satu kali kemenangan race di Balaton Park Hungaria akhir Juli 2025 lalu, serta tiga podium masing-masing di Hungaria, Portimao Portugal dan Misano Italia. Hasil itu membantunya berada di peringkat 3 klasemen sementara dengan dua seri tersisa. Bakal bergabung dengan Yamaha BLU CRU Master Camp membuat Arai Agaska sangat senang dan tak sabar menjalani berbagai aktivitas berharga yang memiliki value tinggi. ”Yamaha BLU CRU Master Camp akan memberikan banyak pengalaman untuk mendukung performa saya saat balapan. Juga menambah pengetahuan mengenai latihan fisik maupun ilmu dari pembalap-pembalap Yamaha yang berkompetisi di ajang dunia. Kesempatan ini akan saya manfaatkan sebaik mungkin untuk semakin termotivasi meraih prestasi di ajang balapan. Juga meningkatkan kepercayaan diri membangun karir di dunia racing yang penuh tantangan, sehingga harus dijalani dengan positif dan mendapatkan support dari berbagai aspek misalnya experience mengikuti Yamaha BLU CRU Master Camp,” ungkap Arai Agaska. Keikutsertaan Arai Agaska merupakan bagian dari langkah berkelanjutan Yamaha Racing Indonesia membina para pembalap yang terbukti mampu berprestasi di panggung internasional. Sebelumnya, Aldi Satya Mahendra juara dunia World Supersport 300 tahun 2024 dan Wahyu Nugroho peraih dua podium di Asia Road Racing Championship 2025 juga telah mengikuti Master Camp Yamaha. Bahkan Aldi Satya Mahendra akan hadir pada Yamaha BLU CRU Master Camp sebagai mentor. Baca Juga: Juara Race R3 BLU CRU World Cup, Arai Agaska Dapat Apresiasi dari Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo ”Kami konsisten mengirim pembalap untuk mengikuti Yamaha Master Camp, termasuk tahun ini giliran Arai Agaska. Perjalanan karir balapan dia yang saat ini sudah sampai di tingkat dunia R3 BLU CRU World Cup serta meraih prestasi kemenangan race dan tiga podium merupakan bukti kesuksesan pembinaan Yamaha Racing Indonesia. Kami pun ingin menambah experience dia melalui pelatihan di Yamaha BLU CRU Master Camp. Ini akan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan knowledge dan memberikan inspirasi buat terus maju dan semangat meniti jalan di jalur dunia,” tutur Wahyu Rusmayadi, Manager Motorsport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Deretan pembalap top kelas dunia juga bakal memberikan bimbingan dan motivasi kepada para peserta. Mereka adalah juara dunia MotoGP 2021 Fabio Quartararo dan Alex Rins (Monster Energy Yamaha MotoGP), Jack Miller dan Miguel Oliveira (Prima Pramac Yamaha MotoGP), Izan Guevara dan Tony Arbolino (BLU CRU Pramac Yamaha Moto2). Selain itu, turut hadir juara dunia World Superbike enam kali Jonathan Rea (Pata Maxus Yamaha WorldSBK Official Team) bersama rekan setimnya juara dunia World Supersport 2020 Andrea Locatelli, juara dunia Moto2 2021 Remy Gardner (GYTR GRT Yamaha WorldSBK Team) dan Stefano Manzi (Pata Yamaha Ten Kate Racing) yang tengah memimpin klasemen sementara World Supersport 2025. Baca Juga: Wahyu Nugroho dan Candra Hermawan Raih Podium di ARRC Motegi, Tim Yamaha Racing Indonesia Tampil Memukau Selain itu, pelatih-pelatih ahli lainnya juga akan mengawasi training yang dijalani 10 pembalap peserta. Yaitu Julian Simon, juara dunia FIM 125cc 2009 dan Rider Performance Analyst Monster Energy Yamaha MotoGP team, Jules Cluzel multi-time WorldSSP race winner, dan Marco Belli spesialis flat track. Mereka akan memandu para peserta melalui jadwal yang padat namun memuaskan, termasuk sesi sirkuit, pengembangan keterampilan balap, pelatihan flat track, analisis teknis, sesi feedback pembalap, dan mentoring media. Untuk membangun kebersamaan dan membuat suasana makin seru, akan ada juga sesi karting dan WaveRunner khusus untuk memupuk semangat tim dan menjadikannya pengalaman tak terlupakan. Yamaha BLU CRU Master Camp akan berlangsung di lingkungan paddock yang dirancang khusus di sirkuit Aspar, Spanyol. Di sana dilengkapi trek utama sepanjang 2,2 km, flat track, area teknis, ruang briefing, lounge pembalap, restoran, zona khusus media dan masih banyak lagi. Ini menghadirkan lingkungan belajar yang fun dan ideal bagi para pembalap muda. Yamaha BLU CRU Master Camp ini akan diakhiri dengan sesi Superpole-style time attack, yang memberikan kesempatan kepada pembalap untuk mengetahui progress pelatihan mereka, lalu ada seremoni penutupan acara untuk pemberian penghargaan buat performa pembalap.

grey-card-img

15 August 2025

Mesin Motor Susah Hidup di Pagi Hari

Bagi sebagian pengendara, pagi hari adalah waktu paling sibuk. Ada yang buru-buru ke kantor, ada yang siap mengantar anak sekolah, ada juga yang mau ngejar pasar sebelum jam ramai. Tapi semua rencana bisa berantakan saat motor tiba-tiba ngambek. Starter ditekan berkali-kali, pedal diinjak, tapi suara mesin tetap tak terdengar. Fenomena mesin motor susah hidup di pagi hari sebenarnya bukan hal aneh. Udara dingin, kelembapan, dan kondisi komponen yang kurang prima bisa jadi penyebab utamanya. Kabar baiknya, masalah ini umumnya bisa diatasi tanpa harus langsung bongkar mesin. Cek Harga Aerox Alpha Terbaru: Yamaha Aerox Alpha, Spesifikasi Terlengkap dan Harga 2025  Aki, Sumber Tenaga Pertama yang Wajib Dicek Pada motor injeksi, termasuk matic Yamaha, aki adalah sumber tenaga utama untuk menghidupkan mesin. Aki yang mulai lemah sering menunjukkan tanda-tanda seperti lampu depan meredup, suara klakson melemah, atau starter elektrik terasa berat. Jika gejalanya sudah terlihat, segera periksa tegangan aki. Standarnya, aki sehat berada di kisaran 12,4 volt atau lebih. Di bawah itu, berarti aki perlu di-charge atau diganti. Mengabaikannya hanya akan membuat pagi-pagi berikutnya kembali penuh drama. Busi: Kecil, Tapi Penentu Hidupnya Mesin Busi yang aus atau kotor membuat percikan api melemah. Padahal, percikan ini yang memicu pembakaran di ruang mesin. Ciri busi bermasalah antara lain ujung elektroda berwarna hitam pekat, berkerak, atau celahnya terlalu lebar. Solusinya sederhana: bersihkan busi secara berkala atau ganti sesuai rekomendasi pabrikan. Untuk motor Yamaha, jarak penggantian busi biasanya setiap 8.000–12.000 kilometer, tergantung pemakaian. Perhatikan Aliran Bahan Bakar Pagi hari yang dingin menuntut pembakaran lebih ideal. Jika suplai bensin terganggu, mesin akan sulit menyala. Filter bensin yang kotor, selang yang tersumbat, atau karburator dan throttle body yang penuh kerak bisa menjadi biang keladi. Membersihkan komponen ini secara berkala tidak hanya mempermudah starter pagi, tapi juga menjaga performa mesin tetap optimal. Gunakan Teknik Starter yang Tepat Banyak pengendara yang langsung memutar gas lebar-lebar saat menyalakan motor. Padahal, ini justru bisa membuat mesin banjir bahan bakar. Untuk matic injeksi Yamaha, cukup tekan starter sambil sedikit memutar gas. Jika masih sulit, gunakan kick starter beberapa kali untuk membantu oli dan bensin mengalir, baru kemudian nyalakan mesin. Panaskan Mesin, Tapi Jangan Berlebihan Memanaskan mesin di pagi hari memang penting, terutama untuk motor yang jarang dipakai. Cukup 2–3 menit saja agar oli bersirkulasi dan suhu mesin stabil. Gunakan oli berkualitas seperti Yamalube, dan ganti sesuai jadwal di buku servis. Mesin yang susah hidup di pagi hari bukanlah vonis mati untuk motor. Dengan perawatan sederhana seperti memeriksa aki, busi, bahan bakar, dan teknik starter, motor Yamaha bisa kembali setia menemani rutinitas pagi Anda. Jika masalah berlanjut, bengkel resmi Yamaha siap memberikan pengecekan menyeluruh, memastikan motor selalu siap di setiap tarikan gas.