Product

Dealer

Credit

Konsultasi

Service

whatsapp-icon
DAPATKAN
BANTUAN

Blog

Rekomendasi Jas Hujan Motor yang Aman dan Nyaman Dipakai

2 October 2026

product-picture

Langit sudah mendung sejak Anda keluar dari kantor. Baru setengah perjalanan, gerimis itu berubah jadi hujan deras yang menampar wajah, dan Anda pun buru-buru menepi, membuka jok, lalu menemukan satu-satunya jas hujan yang tersimpan di sana: model ponco tipis yang ujung lengannya sudah sobek entah sejak kapan. Pernah mengalami ini? Rasanya pasti kesal sekali.

Banyak orang menganggap jas hujan sekadar barang pelengkap. Padahal tidak begitu. Di jalanan yang basah dan licin, perlengkapan satu ini diam-diam menentukan dua hal sekaligus, yaitu seberapa kering Anda sampai ke tujuan dan, yang jauh lebih penting, seberapa aman Anda selama berkendara menembus hujan. Pilihan yang asal bisa berbahaya.

Kabar baiknya, memilih jas hujan yang tepat itu tidak rumit. Berikut beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum membeli.

Setelan atau Ponco? Kenali Dulu Dua Jenisnya

Secara umum, jas hujan motor yang beredar di pasaran terbagi menjadi dua model besar yang masing-masing punya kelebihan dan kekurangannya sendiri. Mari kita bedah satu per satu.

Jas Hujan Setelan

Model ini terdiri dari atasan dan celana terpisah. Lebih aman. Tidak ada kain lebar yang menjuntai ke bawah, sehingga risiko tersangkut rantai atau jari-jari roda saat Anda sedang melaju menjadi jauh lebih kecil dibanding model lain, dan celananya pun melindungi kaki Anda sampai ke mata kaki. Memakainya memang lebih lama. Tapi untuk perjalanan jauh maupun pemakaian sehari-hari, setelan adalah pilihan paling nyaman.

Jas Hujan Ponco

Ponco itu praktis sekali. Tinggal disampirkan, kepala masuk, selesai. Bobotnya ringan, gampang dilipat, dan muat disimpan di bagasi motor matic mungil seperti Mio atau Fazzio tanpa memakan banyak tempat. Tapi ada masalahnya. Bagian bawah ponco yang lebar dan menjuntai itu bisa berkibar tertiup angin, menutupi lampu belakang, atau yang paling ngeri, tersangkut di jari-jari roda. Jadi berhati-hatilah. Kalau Anda tetap memilih ponco, pastikan ada tali atau kancing pengikat di bagian kaki.

Perhatikan Bahan dan Jahitannya

Bahan menentukan segalanya. Jas hujan murah umumnya memakai plastik PVC tipis yang memang kedap air, namun terasa gerah, kaku di badan, dan gampang getas lalu retak-retak hanya setelah beberapa bulan dipakai. Sayang sekali, bukan?

Carilah bahan seperti poliester berlapis atau taslan yang punya pori-pori halus sehingga sanggup menahan air dari luar sambil tetap membuang hawa panas dari dalam, supaya tubuh Anda tidak terasa seperti sedang dikukus di dalamnya. Satu hal lagi. Periksa jahitannya. Jahitan yang baik selalu dilapisi seal khusus di sisi dalam agar air tidak merembes masuk lewat lubang bekas tusukan jarum.

Jangan Abaikan Faktor Keamanan

Hujan deras memangkas jarak pandang. Bukan cuma pandangan Anda yang terganggu, tapi juga mata pengendara lain yang seharusnya bisa melihat keberadaan Anda di jalan.

Pilih Warna Terang atau Ada Reflektor

Warna itu penting. Jas hujan berwarna cerah seperti kuning, oranye, atau hijau stabilo akan jauh lebih mudah terlihat dibandingkan warna hitam dan abu-abu yang cenderung menyatu dengan gelapnya suasana saat hujan turun deras. Lebih bagus lagi bila ada garis reflektif.

Pastikan Tidak Mengganggu Gerak

Coba kenakan dulu sebelum membayar. Lengannya jangan sampai terlalu longgar karena bisa menghalangi tangan Anda saat menarik tuas rem, dan bagian lehernya juga jangan terlalu ketat sampai Anda kesulitan menoleh untuk mengecek lalu lintas di belakang. Perhatikan pula tudungnya. Hindari tudung kepala yang menutupi sudut mata.

Perbandingan Singkat Jenis Jas Hujan

Jenis Jas Hujan

Kelebihan Utama

Cocok Untuk

Setelan jaket dan celana

Aman, melindungi menyeluruh, nyaman untuk jarak jauh

Pemakaian harian dan touring

Ponco

Ringkas, cepat dipakai, harga murah

Kondisi darurat dan jarak dekat

Setelan bahan taslan

Tidak gerah, awet, jahitan rapat

Pengendara aktif setiap hari

Rawat Supaya Awet

Jangan buru-buru. Setelah dipakai menerjang hujan, jangan langsung melipat jas hujan dan menjejalkannya ke dalam bagasi dalam keadaan masih basah kuyup, karena jamur dan bau apek tumbuh subur dari kain lembap yang terlipat rapat selama berhari-hari. Jemur dulu. Angin-anginkan di tempat teduh sampai benar-benar kering. Simpan di tempat yang gampang dijangkau.

Jas hujan yang baik tidak harus mahal. Yang benar-benar penting, ia melindungi tubuh Anda, tidak membatasi gerak, dan membuat Anda tetap terlihat jelas di tengah guyuran air yang membuat semua orang susah melihat. Satu set yang pas akan Anda syukuri setiap kali langit mulai menghitam.

Simpan selalu di motor. Periksa sesekali apakah masih layak pakai. Dan kalau Anda butuh rekomendasi perlengkapan berkendara atau sekadar ingin servis sebelum musim hujan benar-benar datang, mampir saja ke bengkel resmi Yamaha terdekat.